Begini Usaha Aktivis dalam Memperjuangkan HAM dan Hak Hukum Para LGBT – Tak bisa dipungkiri lagi bahwa masih banyak masyarakat yang risih dengan kehadiran para lesbian, gay, biseksual dan transgender. Pasalnya, banyak yang beranggapan bahwa golongan tersebut memiliki orientasi yang jauh menyimpang. Terlebih, apabila penyimpangan tersebut disangkut pautkan dengan masalah agama maka akan menimbulkan banyak pertentangan. Padahal, setiap manusia tak peduli dari golongan apapun itu tentu saja memiliki kesamaan dalam hal hak asasi manusia dan hak hukum. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para LGBT untuk memperjuangkan berbagai haknya yang telah terkubur oleh adanya ancaman dari masyarakat umum yang memandangnya dengan sebelah mata seperti hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan pekerjaan, hak mendapatkan rasa aman dan sebagainya. Pasalnya, para LGBT lebih memilih untuk membatasi dirinya dari pergaulan masyarakat umum mengingat risiko terjadinya konflik yang sangat besar.

Begini Usaha Aktivis dalam Memperjuangkan HAM dan Hak Hukum Para LGBT

Usaha para aktivis dalam memperjuangkan HAM dan hak hukum para LGBT dimulai dengan mempersatukannya pada suatu wilayah bernama Greenwich Village yang ada di Kota New York. Wilayah tersebut dijadikan sebagai cikal bakal tempat berkumpulnya para LGBT agar bisa saling bersosialisasi. Berbagai fasilitas hiburan sepeti bar, klub, restoran dan sebagainya telah didirikan untuk mengakomodasi para LGBT. Seiring berjalannya waktu, lokasi tersebut telah berkembang sebagai pusat kegiatan para LGBT. Sampai pada akhirnya para aktivis mulai memanfaatkan momentum ketidakstabilan dunia politik di wilayah Amerika Serikat untuk melancarkan berbagai usaha dalam rangka memperjuangkan HAM dan hak hukum LGBT. Situasi politik yang tidak stabil membuat pihak kepolisian rutin menggelar razia keamanan di berbagai wilayah. Sampai pada akhirnya terjadi kerusuhan ketika razia keamanan dilakukan di wilayah Greenwich Village dimana para LGBT berada.

Razia keamanan yang dilakukan di Wilayah Greenwich Village menyebabkan kerusuhan dimana para LGBT bersitegang dengan pihak keamanan. Berbagai fasilitas umum mengalami kerusakan dan menimbulkan korban jiwa diantara kedua belah pihak. Parahnya, aksi kerusuhan terus berlangsung setidaknya 3 hari yaitu tanggal 28 Juni sampai dengan 1 Juli 1969. Aksi kerusuhan yang terus berlangsung tersebut dianggap sebagai ujung tombak usaha para aktivis dalam memperjuangkan HAM dan hak hukum para LGBT. Banyaknya anggota SBOBET yang juga LGBT membuat organisasi tersebut juga mendukung untuk memperjuangkan hak dan hukum LGBT, dan banyak juga organisasi lain telah berhasil dibentuk semenjak terjadinya aksi kerusuhan. Usaha para aktivis juga diwujudkan dalam bentuk penyebaran informasi tentang HAM dan hukum para LGBT melalui berbagai media seperti media cetak maupun media radio. Sampai pada akhirnya, badan legislatif melegalkan berbagai hak yang telah diperjuangkan oleh para aktivis LGBT seperti legalitas homoseksual, legalitas pernikahan sesama jenis, legalitas adopsi anak dari pasangan sesama jenis dan sebagainya.Obama Dirikan Monumen Nasional Stonewall guna menghormati usaha para aktivis LGBT

Usaha para aktivis dalam memperjuangkan HAM dan hukum para LGBT tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Aktivis LGBT dari seluruh dunia juga terus memperjuangkan kesetaraan HAM dan hukum tanpa mengenal lelah. Aktivis juga melakukan serangkaian parade yang berlokasi di Greenwich Village pada tanggal 28 Juni 1970 untuk mengenang 1 tahun peristiwa kerusuhan yang pernah terjadi. Bahkan, lokasi tersebut pada akhirnya digunakan sebagai tempat untuk mendirikan Monumen Nasional Stonewall guna menghormati usaha para aktivis LGBT. Monumen nasional tersebut pada akhirnya diresmikan pada tahun 2016 oleh presiden yang sedang menjabat saat itu yaitu Barrack Obama. Selain itu, dengan dilegalkannya berbagai HAM dan hukum para LGBT oleh mahkamah agung Amerika Serikat menandai bahwa usaha para aktivis akhirnya membuahkan hasil yang maksimal.