Pergerakan Aktivis Dan Kelompok LGBT Dalam Menyuarakan Persamaan Hak dan Hukum – Bagi Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender Di Amerika. Penerimaan LGBT di tengah masyarakat tidaklah mudah, mereka harus terus menyembunyikan jati diri mereka di tengah lingkungan masyarakat, dan akhirnya hak-hak mereka sebagai manusia tak terpenuhi, seperti sulitnya untuk melakukan pernikahan, padahal menikah adalah hak bagi setiap manusia termasuk LGBT.

Amerika yang menjadi salah satu negara yang sampai saat ini terus menyuarakan hak-hak dari LGBT, banyaknya aktivis dan banyak pula organisasi, yang hadir untuk membantu LGBT memperoleh hak-hak mereka. Masih banyaknya masyarakat yang enggan untuk memberikan penerimaan terhadap LGBT mempersulit mereka untuk mendapatkan haknya sebagai seorang manusia.

Amerika sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang, untuk terus membela hak-hak kaum LGBT. Puncaknya pada tahun 1969 di bulan Juni, merupakan tahun paling bersejarah bagi LGBT karena di tahun ini, gerakan sekaligus perjuangan dari hak-hak dan hukum bagi LGBT modern. Gerakan ini dikenal sebagai “Kerusuhan Stonewall”. Dan gerakan ini tak hanya berlangsung 1 hari, namun di mulai pada tanggal 28 juni dan berakhir pada tanggal 1 juli. Uniknya sebenarnya gerakan dari aksi yang dilakukan oleh orang-orang tersebut merupakan demonstran yang spontan yang awalnya dibentuk oleh kaum LGBT yang pada saat itu sedang lawan razia yang dilakukan oleh polisi setempat terhadap Stonewall Inn yang terjadi di Amerika lebih tepatnya di kota new York. Yang merupakan tempat yang terkenal sebagai tempat LGBT berkumpul.

Bahkan pada tahun 2016 presiden amerika Obama meresmikan monumen nasional Nasional Stonewall di Greenwich Village, Lower Manhattan. Monument tersebut merupakan monumen pertama yang dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap gerakan dari hak LGBT. Tak berhenti disitu di tahun 1970, para kelompok LGBT turun kejalan sebagai penghormatan satu tahun dari perjuangan mereka di Stonewall dan peringatan tersebut umum dilakukan setahun sekali dengan nama Christopher Street Liberation Day. Dan aksi ini sampai dengan sekarang masih terus dilakukan dan dianggap sebagai sebuah parade LGBT yang pertama kalinya ada.

Perjuangan bagi LGBT untuk mendapatkan hak-haknya memerlukan history yang panjang, bahkan sampai saat ini para aktivis dan kelompok LGBT lain terus menyuarakan hak-hak LGBT. Dan proses tersebut bukanlah hal yang mudah, karena penerimaan masyarakat yang masih sulit untuk memandang LGBT sama dengan orang lain.

Dengan maraknya perjuangan dan pergerakan para aktivis dan kelompok LGBT kini banyak negara mulai mau membuka mata atas kehadiran mereka di tengah masyarakat luas, terutama tentu saja amerika. Negara yang menjadi tempat pergerakan aktivis pertama untuk menyuarakan hak LBGT, dan karena aktivis-aktivis tersebutlah, kini banyak pergerakan lain di berbagai negara dunia yang juga menuntut hak-hak yang sama untuk LGBT, tak hanya amerika bahkan beberapa negara di eropa telah melegalkan pernikahan LGBT