Sejarah Munculnya Aktivis Persamaan Hak Dan Hukum Bagi Kaum Lesbian, Gay, Bisexual Di Amerika – Orientasi seksual memang masih menjadi bahasan tabu di Indonesia, termasuk di banyak negara lainnya, namun seingin berjalannya waktu, banyak negara yang masih tak mau mengakui bahkan merenggut hak-hak dari orang dengan orientasi seksual seperti lesbian, bisexual, atau homo, sehingga sering kaum minoritas tersebut tidak meperoleh hak-haknya akibat banyak orang yang memperlakukan mereka dengan semena-mena.

Karena adanya cara pandang negatif masyarakat, serta bagaimana kaum LGBT sulit untuk memperoleh hak-hak mereka, banyak orang khususnya aktivis yang memulai pergerakan untuk membela hak-hak dari kaum LGBT salah satu negara yang mulai berempati dan mulai mengampanyekan hak-hak LGBT yang telah terenggut adalah Amerika Serikat. Aktivis ini datang dari berbagai kalangan, baik dari kaum LGBT itu sendiri atau masyarakat umum yang ingin melihat kaum LGBT sebagai kaum yang sama seperti manusia lainnya, dimana hak-hak mereka harus mereka miliki.

Dan Amerika sendiri menjadi salah satu negara yang menyuarakan hak-hak dan hukum bagi LGBT. Selain itu Amerika memang menjadi negara pertama yang menyuarakan hak-hak dari para LGBT. Salah satu komunitas atau kelompok yang pertama kali menyuarakan hak-hak dari kaum gay adalah situs dan The Society for Human Rights yang ada pada tahun 1924. Kelompok ini awalnya dibentuk oleh seorang aktivis bernama Harry Hay yang mulai pergerakan di Chicago. Kelompok ini menuntut penerimaan sosial akan kaum LGBT serta juga meminta dukungan untuk pada para homoseksual.

Tak berhenti disitu pada tahun 1955, organisasi yang membela hak lesbian bernama The Daughter of Bilitis (DOB) secara vocal membela dan menuntuk hak-hak bagi lesbian. Organisasi ini sendiri didirikan oleh Del Martin dan juga didirikan oleh Phyllis Lyon organisasi ini berdiri di California. Perjuangan mereka terbilang sangat luar biasa, karena mereka bahkan menerbitkan sebuat majalah dengan nama The Lesbian Tide yang terbit pada tahun 1970 dan majalah tersebut pula menjadikan adanya publikasi mengenai lesbian untuk pertama kalinya.

Tak berhenti disitu pada tahun 1961 berbagai negara bagian dari Amerika serikat juga mulai menyeruakan akan hak-hak LGBT serta memberikan dukungan akan keberadaan mereka. Pada tahun yang sama, di Illinois merupakan negara bagian yang untuk pertamakali melakukan dekriminalisasi akan perilaku homoseksual. Sedangkan pada bulan desember masih di tahun yang sama sebuah film tentang homoseksual diangkat di California, film ini merupakan film documenter karya dari Richard Christian.

Sampai saat ini Aktivis Amerika masih gencar menyeruakan hak-hak LGBT, bagaimana keberadaan mereka dapat dilihat secara sama di mata masyarakat, mereka mencoba mengubah pandangan negatif, dan perlakukan diskriminatif dari masyarakat terhadap kaum LGBT agar mereka bisa hidup “layak” dan memperoleh hak-haknya seperti manusia lain.

Inilah Upaya Aktivis Persamaan Hak dan Hukum untuk Mendukung LGBT di US
Artikel Blog Informasi Media Sosial

Inilah Upaya Aktivis Persamaan Hak dan Hukum untuk Mendukung LGBT di US

Inilah Upaya Aktivis Persamaan Hak dan Hukum untuk Mendukung LGBT di US – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia dikejutkan dengan berita kontroversi mengenai legalitas pernikahan sesama jenis yang disahka oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat (US). Keputusan ini diambil setelah pimpinan kaum LGBT memenangkan gugatan untuk mengesahkan pernikahan sesama jenis untuk mendapatkan pengakuan di mata hukum. Putusan ini membuat kaum LGBT bersuka cita karena perjuangan mereka membuahkan hasil dan memperkuat persamaan hak di US. Namun, tahukah anda bahwa terdapat perjuangan kaum LGBT yang sangat panjang untuk bisa memperoleh pencapaian seperti ini?. Berikut ini ulasan mengenai upaya-upaya yang dilakukan kaum LGBT untuk mendapatkan persamaan hak dan hukum di US. Amerika Serikat (US) menjadi tempat asal perjuangan hak dan hukum kaum LGBT dunia dengan didirikannya grup perjuangan hak-hak homofilia (gay) bernama The Society for Human Right pada tahun 1924 di Chicago. Fokus utama yang dijalankan oleh grup ini adalah penerimaan sosial dan dukungan untuk kaum homoseksual. Selain itu, muncul pula organisasi agen poker yang fokus utamanya adalah memperjuangkan hak kaum lesbian di California pada tahun 1955 dengan nama The Daughter of Bilitish. Organisasi ini berhasil menerbitkan majalah The Lesbian Tide pada tahun 1970 dan merupakan publikasi pertama kaum lesbian di dunia. Melihat perjuangan kaum LBGT yang begitu gigih dalam mendapatkan persamaan hak dan hukum membuat beberapa negara bagian di US mulai mendeklarasikan dukungannya. Illinois menjadi negara bagian US pertama yang berani mendeklarasikan dukungannya terhadap perjuangan kaum LGBT pada tahun 1961. Keberadaan kaum LGBT di US saat itu masih sporadis. Apalagi kaum gay dan lesbian sedang disorot keberadaannya saat diberlakukannya sistem hukum antihomoseksual pada tahun 1950 sampai 1960. Mayoritas menjadi personal yang pasif untuk menutupi jati diri merek sekaligun meminimalkan risiko terjadinya ketegangan sosial. Bahkan diantara mereka memilih untuk menyendiri di lokasi-lokasi tertentu yang jauh dari keramian. Tak heran jika kaum LGBT US seringkali kehilangan hak- hak sebagai warga negara karena terbatasnya ruang gerak dan waktu. Beberapa diantaranya berhasil membentuk kelompok kecil dan bermukim di wilayah yang sama seperti di Greenwich Village, Kota New York. Bahkan di tempat ini terdapat pula bar yang biasa dijagikan tempat kumpul dan nongkronng kaum LGBT sembari melakukan promosi tentang kaumnya kepada khalayak umum. Kondisi sosial dan politik US sedang memanas saat adanya berbagai macam aksi protes terhadap pemerintahan setempat seperti gerakan perjuangan hak sipil masyarakat Afrika-Amerika dan demonstrasi antiperang Amerika Serikat-Vietnam. Meningkatnya beragam aksi protes membuat Kepolisian Kota New York rutin melakukan razia keamanan. Demonstrasi baru muncul ketika pihak kepolisian melakukan razia dan penggerebekan di Stonewall Inn yang ada di lingkungan tempat tinggal kaum LGBT. Demonstrasi yang berlangsung secara spontan pada tanggal 28 Juni hingga 1 Juli 1969 ini diwarnai dengan aksi kekerasan oleh kaum LGBT yang memprotes kegiatan razia dan penggerebekan tersebut. Peristiwa ini dianggap sebagai pemicu utama perjuangan kaum LGBT US untuk mendapatkan persamaan hak dan hukum. Upaya Aktivis Persamaan Hak dan Hukum untuk Mendukung LGBT di US Guna menghormati peristiwa kerusuhan Townhill Inn, kaum LGBT dari berbagai kota di US seperti Los Angeles, New York, dan Chicago melakukan aksi turun ke jalan menggunakan atribut berwarna pelangi layaknya parade pada tanggal 28 Juni 1970. Kegiatan ini juga dianggap sebagai kegiatan parade kaum LGBT pertama di dunia dengan sebutan pride month. Aksi ini menandai kelanjutan perjuangan hak dan hukum kaum LGBT akan terus berlanjut sampai titik darah penghabisan. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya organisasi LGBT yang berdiri di seluruh negara bagian US. Bahkan kegiatan parade diadakan setiap tahunnya menjelang akhir bulan Juni untuk mengungkapkan secara gamblang orientasi seksual mereka kepada masyarakat umum. Semakin gencarnya perjuangan pengakuan hak dan hukum kini mulai membuahkan hasil yang dinikmati oleh kaum LGBT. Beberapa aturan legislasi yang dilegalkan selain pernikahan sesama jenis di US antara lain : legalitas homoseksual, pengakuan hubungan sesama jenis, adopsi anak oleh pasangan sesama jenis, gay diperbolehkan masuk militer, anti diskriminasi, dan hukum mengenai identitas atau gender.
Perjuangan Aktivis Persamaan Hak dan Hukum untuk Legalitas LGBT di US
Artikel Blog Informasi Media Sosial

Perjuangan Aktivis Persamaan Hak dan Hukum untuk Legalitas LGBT di US

Perjuangan Aktivis Persamaan Hak dan Hukum untuk Legalitas LGBT di US – Keberadaan kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT seringkali menuai kecaman dari masyarakat umum. Stigma negatif yang menyebutkan bahwa kelompok ini memiliki kelainan kejiwaan dan melanggar norma kesusilaan membuat keberadaanya semakin sulit untuk diterima masyarakat. Bahkan tak sedikit yang melontarkan rasa kebencian dan serangan kekerasan kepada mereka karena merasa jijik dengan perilaku seksualnya. Kondisi ini membuat kelompok LGBT memiliki keterbatasan ruang untuk berkumpul dan memilih untuk menutup jati diri merekan serta bersembunyi dari kerumunan masyarakat. Bahkan, beberapa dari mereka terpaksa kehilangan hak-haknya sebagai warga negara karena adanya tekanan tersebut seperti hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, hak untuk menikah, mendapatkan pendidikan, dan lain sebagainya.

Kelompok LGBT justru diterima dan diakui keberadaanya di berbagai negara seperti Kanada, Amerika Serikat (US), dan Meksiko. Selain diakui, hak-hak sebagai warga negara pada umumnya juga diberikan dan dilindungo oleh negara. Namun, untuk memperoleh status tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan adanya perjuangan yang panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit untuk memperjuangkan hak-hak kelompok LGBT tersebut. Pengakuan keberadaan kelompok ini pun tidak semerta langsung diakui oleh masyarakat, tetapi diperlukan kesabaran dan waktu yang lama untuk membiasakan diri berkumpul dengan masyarakat sembari menunjukkan bahwa LGBT tidak seburuk yang mereka bayangkan.

Salah satu negara yang menjadi ujung tombak perjuangan kelompok LGBT dunia adalah Amerika Serikat (US). Kelompok ini pertama kali muncul dengan istilah homoseksual atau homofilia. Homoseksual sendiri merujuk pada ketertarikan seksual pada individu yang memiliki jenis kelamin atau gender sama seperti gay maupun lesbian. Kelompok ini menempati suatu wilayah bernama Greenwich Village untuk memudahkan mereka berkumpul sebagai sesama anggota kelompok sembari menunjukkan kepada masyarakat secara perlahan. Bahkan di wilayah ini terdapat bar atau klub malam yang dikenal sebagai tempat nongkrong kelompok LGBT bernama Stonewall Inn.

Seiring dengan semakin memanasnya situasi politik di US dengan muncul berbagai gerakan sosial dan demonstrasi seperti gerakan perjuangan hak sipil Afrika-Amerika dan gerakan penentangan keikutsertaan US dalam perang Vietnam membuat Kepolisian Kota New York rutin menggelar razia keamanan. Ketika polisi Kota New York datan dan merezia bar Stonewall Inn, terjadilah ketegangan antara kelompok LGBT selaku pengunjung bar dengan pihak kepolisian. Ketegangan ini memicu munculnya kerumunan orang yang mayoritas adalah kelompok LGBT. Kerumunan pun memuncak dengan terjadinya aksi kerusuhan di sekitar lokasi Greenwich Village hingga beberapa hari tepatnya tanggal 28 Juni sampai 1 Juli 1969. Berbagai kerugian pun timbul akibat kerusuhan yang terjadi seperti rusaknya hunian dan fasilitas umum serta timbulnya korban jiwa dari kedua pihak yang bersitegang.

Perjuangan Aktivis Persamaan Hak dan Hukum untuk Legalitas LGBT

Insiden kerusuhan di Stonewall Inn, Greenwich Villaga tersebut dijadikan sebagai momentum perjuangan hak kelompok LGBT. Setelah terjadi kerusuhan tersebut, dengan cepat kelompok LGBT membentuk berbagai grup-grup kecil dengan orientasi seksualnya masing-masing dan menggunakan berbagai media informasi untuk menyebarkan hak-hak kaum LGBT seperti media cetak (koran) dan siaran radio. Dalam kurun waktu enam bulan pasca insiden kerusuhan, dua organisasi aktivis homoseksual berhasil dibentuk di New York dengan fokus utama untuk memperjuangkan hak-hak kelompok LGBT dan taktik konfrontasi. Sedangkan tahun-tahun berikutnya, organisasi hak-hak LGBT mulai bermunculan hampir di seluruh Amerika Serikat (US).

Parade kelompok LGBT pertama kali diselenggarakan untuk memperingati satu tahun insiden kerusuhan Stonewall Inn tepatnya pada tanggal 28 Juni 1970 atau dikenal sebagai Christopher Street Liberation Day. Bahkan di lokasi ini juga didirikan Monumen Nasional Stonewall untuk menghormati gerakan kelompok LGBT pertama di US dan diresmikan oleh mantan presiden Barrack Obama pada tahun 2016. Perjuangan kelompok LGBT di seluruh dunia pun terus berlanjut hingga saat ini. Salah satu pencapaian terbaik dari gerakan kelompok LGBT US adalah disahkannya pernikahan sesama jenis oleh Mahkamah Agung Amerika Serikt. Keputusan ini diambil setelah pimimpunan kelompok LGBT mengajukan gugatan agar pernikahan sesama jenis bisa disahkan. Mereka menilai pernikahan sebagai ikatan tertinggi yang dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita tertinggi dari kasih sayang, cinta, kesetiaan, pengorbanan, dan keluarga.

Kaum LGBT Sebagai Hubungan Yang Legal Di Mata Hukum Di Amerika
Artikel Blog Informasi Sosial

Kaum LGBT Sebagai Hubungan Yang Legal Di Mata Hukum Di Amerika

Kaum LGBT Sebagai Hubungan Yang Legal Di Mata Hukum Di Amerika – Kaum LGBT merupakan kaum yang memiliki orientasi seksual tidak biasa. Meskipun memiliki orientasi seksual berbeda, namun di amerika kaum LGBT tidak diperlakukan secara adil. Salah satunya adalah belum adanya undang-undang yang menyatakan bahwa adanya kesamaan dalam bidang upaya untuk menjamin bahwa kaum LGBT bisa mendapatkan pengakuan hak dan kewajibannya untuk menikah. Hak untuk pernikahan merupakan salah satu hak yang dituntut oleh kaum LGBT. Tidak mungkin kaum LGBT terus bersembunyi untuk menutupi identitasnya. Kebanyakan kaum LGBT yang masih dianggap sebagai kaum minoritas yang mengganggu, tentunya membuat kaum minoritas ini wajib bergerak untuk menyuarakan persamaan haknya.

Menuntut hak atas upaya pernikahan yang dituntut oleh kaum LGBT agar bisa diakui hubunganya sebagai warga negara yang resmi, memang menjadi sebuah pekerjaan yang cukup panjang. Adanya persamaan hak untuk diakui keberadaan hubungan LGBT secara hukum negara memang menjadi sebuah tuntutan yang terus disuarakan agar tercapai tujuan yang diharapkan. Kaum LGBT yang menuntut akan persamaan dalam bidang haknya untuk melangsungkan pernikahan memang menjadi tuntutan yang harus dicapai. Demi memperoleh pengakuan atas hukum, orang-orang LGBT melakukan serangkaian aksi yang menginginkan adanya perubahan secara politik yakni mengusung sebuah jalur politik identitas yang membuat kaum LGBT diakui secara luas. Meskipun dalam sejarah amerika banyak dari kaum LGBT yang berhasil menduduki kursi pemerintahan untuk memperjuangkan haknya namun ternyata malah menimbulkan perpecahan dalam internal komunitas para pemain judi bola yang membela kaum LGBT.

Salah satu capaian yang ingin dituju oleh kaum LGBT adalah adanya pengakuan secara resmi atas pernikahan sesama jenis yang menjadi salah satu perayaan cinta yang diharapkan diakui. Selama ini, hubungan LGBT yang disebut sebagai hubungan homoseksual memang belum pernah diakui secara hukum keberadaanya. Termasuk di amerika hubungan homoseksual ini sama sekali belum pernah diakui keberadanya. Namun terjadi kemajuan pada titik perjuangan kaum LGBT. Salah satunya adalah adanya satu pasangan yang berhasil menikah secara resmi. Pernikahan ini dianggap sebagai salah satu pernikahan yang cukup menuai kontroversial di mata masyarakat.

Menjadi yang pertama kali mengadakan upacara pernikahan yang menjadi salah satu cara untuk mengumumkan dan meresmikan hubungan cinta homoseksual tentu saja menjadi salah satu kesuksesan tersendiri. Melanggengkan dan melangsungkan pernikahan resmi merupakan impian kaum LGBT. Mereka juuga beranggapan bahwa upaya untuk menjadikannya memiliki orientasi seksual yang normal tentu saja tidak mudah. Tindakan seperti ini dianggap oleh kaum LGBT sebagai tindakan yang sama sekali tidak manusiawi. Terapi untuk menormalkan kembali orientasi sekssualnya tentu saja menjadi sebuah cara yang kurang efektif untuk membuat pengakuan bagi kaum LGBT. Setidaknya untuk saat ini, tindakan terapi heteroseksual masih dianggap sebagai salah satu terapi yang sangat tidak diharapkan keberadaan dan tindakannya.

Bentuk Pergerakan Para Aktivis Persamaan Hak Untuk Kaum LGBT Di Amerika
Artikel Blog Informasi Media Sosial

Bentuk Pergerakan Para Aktivis Persamaan Hak Untuk Kaum LGBT Di Amerika

Bentuk Pergerakan Para Aktivis Persamaan Hak Untuk Kaum LGBT Di Amerika – Kaum LGBT merupakan kaum yang merasa tersingkirkan. Kaum ini memiliki orientasi seksual yang berbeda dengan orang kebanyakan. Di beberapa negara, orang-orang yang memiliki gangguan orienstasi seksual ini banyak yang diabaikan hak dan kewajibannya kepada negara. Banyak yang merasa sebagai warga negara yang tersingkir dan tidak dianggap sebagai bagian dari warga negara. Kaum lesbian, gay dan biseksual ini merasa harus menegakkan diri karena merasa keberadaannya terancam. Meskipun tidak adanya organisasi resmi yang melindungi dan juga mengawasi kaum LGBT ini, namun banyak sekali para aktivis yang berasal dari kaum LGBT tergerak untuk melakukan pergerakan demi menjaga hak dan kewajiban bagi negaranya.

Termasuk di amerika. Kaum LGBT diamerika banyak yang merasa haknya sebagai warga negara tidak dilindungi. Kaum LGBT di amerika merasa kebebasannya untuk menjadi diri sendiri sangat terancam. Oleh sebab itu banyak diantara kaum LGBT yang juga merupakan seorang aktivis kemudian melakukan serangkaian aksi-aksi yang memungkinkan menjadi salah satu cara yang baik untuk menyuarakan kegundahan hatinya perihal tidak adanya persamaan hak di amerika bagi kaum LGBT. Sejumlah hak dituntut untuk disamakan oleh kaum LGBT dengan warga nergara lainnya. Alasannya adalah meskipun memiliki orientasi seksual yang tidak biasa, namun kemampuannya dan juga kebutuhannya kaum LGBT masih memiliki kebutuhan yang sama untuk diakui oleh negara.

Bentuk pergerakan yang dilakukan oleh kaum LGBT saat menuntut persamaan hak di mata negara adalah dengan melakukan serangkaian aksi di jalanan secara bebas untuk menyuarakan kegundahan hatinya tersebut. Secara umum, selain melakukan aksi di jalanan,kaum LGBT di amerika juga melakukan aksi-aksi politik dan aksi-aksi sosial yang menunjukkan bahwa meskipun tidak diakui sebagai warga negara, namun kaum LGBT masih mampu melakukan serangkaian kegiatan-kegiatan positif bagi kemasyarakatan. Tujuannya adalah meskipun memiliki orienstasi seksual yang berbeda dari kebanyakan orang, namun cara pandangnya tentang semua permasalahan yang dihadapi oleh negara kaum LGBT juga menyadarinya dan juga memiliki keinginan untuk berkontribusi nyata di dalamnya.

Menunut untuk tidak dibedakan antara kaum LGBT dengan warga negara lainnya yang memiliki orientasi seksual normal, tentu bukan menjadi hal yang mudah untuk melakukannya. Sebab kebanyakan orang masih memiliki anggapan bahwa tidak diijinkan para LGBT untuk memberikan kontribusi bagi negara. Keberadaan kaum LGBT yang sedang diperjuangkan haknya, tentu saja membuat kaum ini merasa harus memiliki ruang untuk berkontribusi bagi negaranya. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana hak politik dari kaum LGBT terlindungi dan dapat dipergunakan sebaik mungkin. Keberadaan kaum LGBT tidak perlu menjadi salah satu andalan bagi negara untuk menjalin sebuah hubungan baik meskipun memiliki orientasi seksual yang cenderung berbeda dari warga negara lainnya yang memiliki orientasi seksual normal.

Artikel Blog Informasi Media Sosial

Aksi Sosial Kaum LGBT Di Amerika

Aksi Sosial Kaum LGBT Di Amerika

Aksi Sosial Kaum LGBT Di Amerika – Kaum LGBT menjadi salah satu kaum minoritas di amerika. Sebagai kaum minoritas, kaum LGBT menganggap bahwa keberadaannya sebagai warga negara sama sekali tidak diakui dengan jelas. Ketiadaan informasi mengenai kaum LGBT membuat banyak pihak merasakan bahwa kaum LGBT merupakan sebuah penyakit sosial. Meskipun terdapat perbedaan dalam hal orientasi seksual, namun secara keseluruhan, kaum LGBt memiliki tujuan hidup yang sama dengan orang normal lainnya. Mempunyai tuntutan yang kurang lebih sama dengan orang lainnya tentu saja membuat kaum LGBT harus bergerak dengan pergerakan yang berbeda. Di Ameruka, kaum LGBT memiliki cara dan juga teknik tersendiri untuk menyuarakan hak-haknya.

Proses penyuaraan hak-hak bagi kaum LGBT tidak hanya berhenti pada aksi jalanan saja untuk menyuarakan aksinya. Akan tetapi kaum LGBT membuat sebuah inovasi yakni menggunakan teknik pendekatan seperti seni dan budaya dianggap sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk menyuarakan persamaan hak yang seimbang sebagai warga negara yang baik. Meskipun kaum LGBT ini mengingikan bentuk negara yang lebih liberal, akan tetapi kaum LGBT sama sekali tidak menggunakan cara-cara yang dianggap tidak benar. Meskipun dianggap kaum minoritas, namun kaum LGBT mempunyai cara untuk menunjukkan kemahirannya. Seperti dengan media kesenian dan kebudayaan yang dianggap paling mauk akal. Harapannya melalui media kesenian dan kebudayaan proses penyuaraan hak kaum LGBT bisa terrealisasi dengan baik.

Selain mengadakan aksi jalanan, kaum LGBT juga mengadakan sebuah pertunjukan-pertunjukan kesenian yang akan menghibur orang-orang yang tidak memiliki gangguan orienstasi seksual. Kaum LGBT membuat event-event yang cukup besar yang diselenggarakan di beberapa kota yang ada di amerika. Tujuannya jelas yakni ingin memberikan pemahaman bahwa hak LGBT seharusnya sama dan setara dengan kaum normal. Event ini juga disponsori oleh agen bola sebagai dukungan dan proses menyuarakan aspirasi hak kaum LGBt bisa tersalurkan dengan baik. Aksi-aksi sosial dan pawai budaya yang dilakukan secara rutin ini tentu saja menjadi salah satu teknik yang baik untuk mensosialisasikan suara yang ingin disampaikan.

Pawai tahunan yang dilakukan demi menyuarakn aspirasi kaum LGBT digelar sebagai event tahunan sebagai bentuk upaya menyuarakan aspirasi dari kaum LGBT. Bukan itu saja, event ini sebagai proses merayakan apa yang diperjuangkan. Aksi-aksi dan juga serangkaian kegiatan yang menggunakan media berupa sosial kebudayaan bisa menjadi salah satu dari sekian banyak cara agar seluruh warga negara amerika dan pihak pemerintahan mengetahui adanya keinginan serta kebutuhan dari kaum lGBT untuk diakui secara nyata di amerika. Apabila perlu melakukan perubahan terhadap perlindungan hak yang harus diberikan kepada kaum LGBT dari negara. Bukan itu saja, hak atas perlindungan yang dimaksud adalah untuk diberikan kebebasan dalam menyangkut hubungannya dengan negara

Pergerakan Aktivis Dan Kelompok LGBT Dalam Menyuarakan Persamaan Hak dan Hukum
Artikel Blog Informasi

Pergerakan Aktivis Dan Kelompok LGBT Dalam Menyuarakan Persamaan Hak dan Hukum

Pergerakan Aktivis Dan Kelompok LGBT Dalam Menyuarakan Persamaan Hak dan Hukum – Bagi Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender Di Amerika. Penerimaan LGBT di tengah masyarakat tidaklah mudah, mereka harus terus menyembunyikan jati diri mereka di tengah lingkungan masyarakat, dan akhirnya hak-hak mereka sebagai manusia tak terpenuhi, seperti sulitnya untuk melakukan pernikahan, padahal menikah adalah hak bagi setiap manusia termasuk LGBT.

Amerika yang menjadi salah satu negara yang sampai saat ini terus menyuarakan hak-hak dari LGBT, banyaknya aktivis dan banyak pula organisasi, yang hadir untuk membantu LGBT memperoleh hak-hak mereka. Masih banyaknya masyarakat yang enggan untuk memberikan penerimaan terhadap LGBT mempersulit mereka untuk mendapatkan haknya sebagai seorang manusia.

Amerika sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang, untuk terus membela hak-hak kaum LGBT. Puncaknya pada tahun 1969 di bulan Juni, merupakan tahun paling bersejarah bagi LGBT karena di tahun ini, gerakan sekaligus perjuangan dari hak-hak dan hukum bagi LGBT modern. Gerakan ini dikenal sebagai “Kerusuhan Stonewall”. Dan gerakan ini tak hanya berlangsung 1 hari, namun di mulai pada tanggal 28 juni dan berakhir pada tanggal 1 juli. Uniknya sebenarnya gerakan dari aksi yang dilakukan oleh orang-orang tersebut merupakan demonstran yang spontan yang awalnya dibentuk oleh kaum LGBT yang pada saat itu sedang lawan razia yang dilakukan oleh polisi setempat terhadap Stonewall Inn yang terjadi di Amerika lebih tepatnya di kota new York. Yang merupakan tempat yang terkenal sebagai tempat LGBT berkumpul.

Bahkan pada tahun 2016 presiden amerika Obama meresmikan monumen nasional Nasional Stonewall di Greenwich Village, Lower Manhattan. Monument tersebut merupakan monumen pertama yang dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap gerakan dari hak LGBT. Tak berhenti disitu di tahun 1970, para kelompok LGBT turun kejalan sebagai penghormatan satu tahun dari perjuangan mereka di Stonewall dan peringatan tersebut umum dilakukan setahun sekali dengan nama Christopher Street Liberation Day. Dan aksi ini sampai dengan sekarang masih terus dilakukan dan dianggap sebagai sebuah parade LGBT yang pertama kalinya ada.

Perjuangan bagi LGBT untuk mendapatkan hak-haknya memerlukan history yang panjang, bahkan sampai saat ini para aktivis dan kelompok LGBT lain terus menyuarakan hak-hak LGBT. Dan proses tersebut bukanlah hal yang mudah, karena penerimaan masyarakat yang masih sulit untuk memandang LGBT sama dengan orang lain.

Dengan maraknya perjuangan dan pergerakan para aktivis dan kelompok LGBT kini banyak negara mulai mau membuka mata atas kehadiran mereka di tengah masyarakat luas, terutama tentu saja amerika. Negara yang menjadi tempat pergerakan aktivis pertama untuk menyuarakan hak LBGT, dan karena aktivis-aktivis tersebutlah, kini banyak pergerakan lain di berbagai negara dunia yang juga menuntut hak-hak yang sama untuk LGBT, tak hanya amerika bahkan beberapa negara di eropa telah melegalkan pernikahan LGBT